Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2010

Hari Minggu yang Penuh Cinta

Hari minggu ini saya menguatkan diri (secara mual hamil muda masih bersemayam didiri 😀 ) untuk ikut suami … Hari ini beliau mengisi kajian keislaman di bilangan senayan…

Satu hal kebiasaan suami yg agak “nyeleneh” kalau berpergian mengisi kajian, seminar atau apapun yg memposisikannya sebagai pembicara dia akan memilih naik motor scorpionya ketimbang naik mobil toyotanya …

Alasannya beliau:
1. Biar gak macet … Puluhan atau ratusan orang menunggu … Malu jika telat.
2. Menjaga hati katanya … Over fasilitas katanya bisa memandulkan kepekaan hati
3. Biar gak disangka pembicara bertarif mahal dan ga mau juga jadi pembicara mahal … Kalo mahal nanti gak ada yg mau ajak … Kalau gak ada yg ajak peluang mencari pahala lenyap. Filosofi yg agak aneh hehehe
4. Berasa jadi aktivis jaman kuliah lagi
5. Global warming doooh 😀

Jadilah kita bertiga menyusuri panasnya jakarta dengan scorpio biru … Karena acara memang jam 2 siang … Ba’da zuhur selepas makan siang kita berangkat …

Acara berlangsung lancar … Bukan itu sebenernya yg mau dibahas … Tapiii kejadian saat acara usai.

waktu ashar tiba …sulung 3 tahun saya, sholat bersama saya di masjid bagian wanita … Hmm selesai sholat tak lama seorang ibu datang dengan 3 orang anaknya yg masih kecil kecil … Yg terbesar saya taksir seusia sulung saya … Sang ibu itu pun sedang hamil besar …

menanti suami yg sepertinya masih berbincang dengan panitia … Saya tanpa sadar mengamati si ibu tersebut sholat. Subhanallah anak2nya bermain bergelayut di pundaknya … Dan dia diamkan saja … Mungkin sekitar 5 menitan, saat sujud pun demikian anak2 berebut menibanin sang ibu sambil bersenda gurau. Sang ibu menanti “saat time off” permainan sang anak untuk sekedar pindah posisi. Saat anak2nya saya dekati untuk mengajaknya bermain dengan anak saya (maksudnya biar si ibu lebih khusu) anak2nya malah ketakutan … Karena memang gak kenal saya …

Selesai sholat sang ibu memeluk ketiga anaknya dan menciuminya satu satu HEBAT!!! Seolah kisah Rosullullah SAW yg membiarkan cucunya hasan dan husein bergelayut saat sholat di rekonstruksi di kejadian sore tadi. Betapa sang ibu sangat mencintai anak2nya …

Ya Rabb … Naikkanlah derajat sang ibu berhati penuh cinta itu … Amiin

Usai berjabat tangan saya sunggingkan seulas senyum padanya … Senyum kekaguman …

Dan sayapun bersiap menempuh perjalanan pulang dengan dihadiahi hujan lebat yg Nikmat oleh Allah … Pakai jas hujan … Bunda dan sulung 3 tahunku memeluk erat pinggang ayah … Melintasi sore jakarta yg penuh cinta ….

Advertisements

Read Full Post »

Terimakasih ya Rabb

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang mau mengingatkanku dengan lembut disaat ku lalai dan menjauh dari Mu ….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang senantiasa terjaga hingga memastikan aku sudah sholat Isya ….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang setia membangunkanku di tengah malam untuk bersama-sama berkeluh kesah kepadaMu …

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang senantiasa mengingatkanku pentingnya mempelajari ilmuMu….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang setia mengantarkan tidurku dengan merdunya lantunan ayat2Mu ………

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang mencintai kelebihanku, menghormati kekuranganku, melindungiku dengan segenap jiwanya….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang setia menghiburku disaat aku bersedih ….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk memastikan kondisi kesehatan aku dan anakku dalam kondisi prima….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang tanpa lelah merawatku saat aku terbaring tak berdaya saat aku sakit…. memilih menungguiku dari pada deal bisnisnya

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang mampu memompa semangat hidupku, membangkitkan potensiku, dan percaya bahwa aku mampu….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang tidak pernah menghinaku atau menyakitiku sepanjang aku mengenalnya ……….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang memposisikan keluarganya lebih utama dari urusan pekerjaan

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang perkataannya adalah embun jiwaku, sentuhannya adalah magnit semangatku, tatapannya adalah bahan bakar semangatku …..

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang LUAR BIASA yang sanggup menjadikan hal hal BIASA di sekelilingku menjadi LUAR BIASA bagiku …..

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku ….. mengirim beliau untuk menjadi pendampingku ……. menjadi pemimpin dan pelindung aku dan anak-anakku…

terimaTerimakasih ya Rabb

aku mencintainya….. karenaMu

”maka nikmat Rabbmu manakah yang sanggup engkau dustakan”

Read Full Post »

Flash back 4.5 tahun lalu …

Hati ini dibuat gundah gulana … 2 orang pria melamarku dalam waktu yg hampir bersamaan … Hanya berselang 1 minggu.

Pria pertama yang datang ke rumah: pria tampan yg hanif, satu fakultas tetapi berbeda jurusan dengan diriku. Sudah bekerja tetap sebagai karyawan di suatu perusahan… Lumayan mapan dengan mobil bekas daihatsu taruna hasil keringatnya sendiri … Saya mengenalnya karena pernah sama-sama menjadi panitia acara kemahasiswaan

Satu minggu kemudian
Pria kedua datang: tampan juga, seorang yg sederhana, aktif di kajian keislaman … Datang mengendarai motor tua bututnya… Satu jurusan di universitas yg sama … Kenal karena terkadang bertemu di KRL … Belum bekerja tetap, saat itu hanya pengajar privat lepasan …

Sungguh saat itu hati gundah menentukan pilihan, orang tua menyerahkan sepenuhnya pada keputusan putrinya …

Beberapa teman dekat tentu menyarankan pria pertama … Mapan, kerja tetap, memiliki mobil … Teman yg lain menyarankan pria ke dua … Karena (sepertinya) lebih paham ilmu agamanya .. Meski saya tidak tau lebih dalam …

Akhirnya saya menyerah … Saya serahkan semua kepada sang maha memutuskan …

Istikharah panjang dimulai …

Satu minggu … Belum ada kemantapan hati ..

Dua … Tiga … Empat … Minggu pun belum ada kemantapan hati

Hingga 2 bulan menjelang … Kemantapan hati saya jatuh pada pria kedua??? Saya sendiri bingung … Kenapa tidak dengan pria yg pertama?? Yg lebih mapan toh keduanya sama tampannya … (Kalau sekarang sih pasti bilangnya gantengan suamiku dooong 😀 )

Akhirnya saya putuskan untuk memilih pria kedua … Karena saya percaya Allah telah memilihkan yg terbaik buat saya ….

Pertemuan keluargapun dilakukan … seluruh tabungan calon suami selama mengajar di serahkan sebagai mahar dan biaya resepsi .. Tentunya dengan resepsi yg sederhana ^_^

Subhanallah … satu bulan sebelum resepsi suami diterima bekerja di perusahaan dengan income yang lumayan …. Saya pun tiba2 ditawari mengisi posisi dengan kenaikan income yg significant

Setelah resepsi kita mengontrak di rumah petakan … Sungguh saya tidak menyesal dengan pilihan karena suamiku … Sungguh suami pilihan … Enam bulan kemudian kita pindah ke rumah kontrakan yg lebih besar … Dan tepat satu tahun kemudian kita membeli rumah di sebuah town house yg sepertinya dulu mustahil untuk kita beli … Ekonomi berangsur mapan … 2 kendaraan mengisi garasi kami. Dan yg sangat saya syukuri kwalitas ruhiyah pun senantiasa terjaga … Sholat malam bersama, tilawah bersama, puasa sunah sudah kewajiban … Sungguh ini adalah tipikal keluarga yg saya impikan …

Saya menjadi semakin yakin … Allahlah yg paling mengetahui yg terbaik buat hambanya …

Puji syukurku pada Allah yang membuat penggalan kisah hidupku ini terjadi

Al-Hujurat ayat 13:”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Read Full Post »

Sungguh Nak, bunda ikhlas

Sudah 2 minggu saya terkapar, terbaring di kasur … Jadwal mengajar saya off kan semua .. Hanya kajian rutin dan mengisi seminar yg sudah terlanjur saya setujui yg saya hadiri

Tidak ada makanan yg sanggup memasuki lambung saya … Selain susu dan roti … Itupun harus dengan perjuangan keras

Diagnosa dokter: hipermeresis (mual dan muntah hebat di awal kehamilan)

Subhanallah!! Ya … Saya sedang mengandung janin calon anak ke-2 saya … Calon jundullah penegak hukum2Nya (insya Allah …)

Beruntung dikarunia suami pilihan yg extra sabar … Dan si sulung jundullah 3 tahunku yg pengertian dan mau mendampingi bundanya dengan setia …

Iseng saya membaca sebuah surat lama … Surat yg saya tujukan pada sulungku dulu …

untuk anak tercintaku Daffa,,

jika kamu bertanya mana yang akan bunda pilih mengandungmu dengan hantaman rasa mual dan deraan rasa pening yang menemani bunda…. atau tidak mengandungmu.. maka dengan tegas bunda katakan bunda akan memilih mengandungmu….. sungguh nak, bunda sangat senang sembilan bulan ditemani mu…saat itu nafasmu adalah nafasku… darahmu adalah darahku…. sungguh bunda begitu antusias menanti gerakan kaki kaki kecilmu menendang dinding perut bunda, betapa saat ittu kita menjadi partner yang tak terpisahkan… walau sedetikpun…. betapa engkau setia menemani bunda berdiri dan berdesakkan di atas bus kota, berjalan membelah padatnya stasiun kereta, ataupun menemani bunda yang terengah engah menaiki tangga kantor bunda yang demikian curam….

jika suatu ketika engkau bertanya mana yang akan bunda pilih melahirkanmu dengan taruhan nyawa bunda atau tidak… maka dengan tegas bunda katakan bunda akan memilih untuk melahirkanmu nak….. sungguh nak…. segala perih yang mengiringi kehadiranmu di bumi sangat jauuuuuuuh tak sebanding dengan arti kehadiranmu di dunia ini nak…. bagi bunda kehadiranmu adalah kado terindah yang pernah bunda terima seumur hidup bunda..

kamu salah jika menganggap bunda lebih senang meeting dengan klien bunda dengan makanan yang super enak ketimbang menemanimu berkotor kotor bermain sepak bola….. bunda lebih senang berkeringat menemanimu berlarian di lapangan bola yang panas dan kotor nak…. sungguh..

tidak peduli bunda baru memenicure kuku kuku bunda…. bunda akan senang sepenuh hati menemanimu bermain playdooh ataupun memasang tenda bersama ayah…..meskipun seketika kuku bunda menjadi kotor karenanya

sungguh nak,, bunda juga manusia … bunda bisa lelah…. tapi bunda tak akan menunjukkan kelelahan bunda dihadapanmu jika itu akan menyurutkan keinginanmu untuk berenang…. bunda akan mengantar dan mengawasi engkau berenang hingga senyum manis dan tawa renyahmu perlahan menghapus lelah bunda….

sungguh nak,, bunda juga manusia … bunda bisa bersedih …. tapi bunda tidak akan membiarkan sedetikpun engkau bersedih

semoga engkau tidak marah,karena bunda memilih untuk tidak menjadi full house wife… dan memilih mengembangkan potensi bunda di usaha yang ayah rintis…. tapi bisa bunda pastikan tiga atau empat jam yang bunda curi darimu akan terbayarkan untuk masa depanmu kelak….. karena bunda juga harus mendidik anak anak lain selain dirimu,,,, dan karena bunda harus terus menerus belajar untuk bisa mendidikmu dan mendidik anak anak lain….. dan 20 jam sisanya tetap bersamamu…..

suatu ketika,,, engkau akan menyadari…. betapa bunda sangat menyayangimu…….

dengan penuh cinta,

Bunda

Semoga Allah memudahkan kehamilanku yg ke-2 ini … Semoga amanah ini sanggup ku emban hingga jundullah2ku mampu menambah bobot “kebajikan” di bumiNya ..

Read Full Post »

Copy paste dari notes fesbuk saya

Sedang melihat lihat arsip murid lama … mata saya tertuju pada folder seorang murid… sebut saja Andrew…

ingatan saya langsung tersambung pada sosok anak gendut kelas 2 SD yang tercatat sebagai murid paling nakal sepanjang sejarah saya mengajar…

dua kali tangan saya ditusuk pensil mekanik, disiram air jus, ditemplokin bekel nasi, dan tak terhitung berapa kali saya harus mmberikannya modul baru karena modulnya telah berserakan jadi potongan potongan kecil…

saya jadi berpikir keras,,, apa yang menyebabkan Andrew demikian berbeda dengan teman temannya…. tengok saja perlakuan terhadap suster dan supirnya yang masya Allah…. tidak sepantasnya,,,

bahkan suatu ketika suami saya menjemput … seluruh kemeja putihnya berubah jadi amburadur di semprot spray paint….. hmmmm benar benar menguji kesabaran…

satu bulan saya mengobservasi tingkah lakunya…. dan hal yang paling mengejutkan buat saya adalah ketika suatu ketika saya bertanya… “Andrew,, hal apa yang bener bener pengen kamu lakukan hari ini???”

dengan bahasa inggris beraksen singapore dia menjawab sesuatu yang benar benar tidak terduga … ” miss, I really wanna kill my parent…” hati saya miris… what’s wrong with u dear??? dalam hati saya bertanya…. sungguh saya begitu penasaran dengan Andrew…

dan jawabannya saya dapatkan ketika saya melakukan kunjungan rumah….

saya datang pukul 4 sore… begitu saya masuk… hmmm saya disuguhi pemandangan yang tidak lazim untuk rumah elit,,, benar benar berantakan seperti kapal pecah … kakak Andrew sekitar smp sedang memukuli adiknya yang baru berusia 2 tahun… sang beby sitter pasrah karena jika melerai dipun akan dihajar… beruntung saya berhasil melerai…

beberapa saat kemudian Andrew datang dan kembali fight with his sister… masya Allah…

30 menit kemudian sang ibu turun dengan dandanan ala salon dan langsung memukul kedua anaknya dan menyuruhnya untuk diam …. berhasil… keduanya diam…walau keduanya kemudian mengucapkan badword kepada SANG MAMA … masya Allah…..

ketika sedang berdiskusi tentang perkembangan Andrew, sang ayah pulang dan langsung membanting pintu, dan memarahi supir karena lupa menutup jaguarnya dengan cover…. hhhhmm

tidak ada setetespun kasih sayang di rumah ini….

setelah kunjungan saya terapkan strategi lain buat Andrew… Andrew senang di puji dan di elus kepalanya… ketika pertama kali saya mengelus kepalanya dia terdiam… dan sedetik kemudian bertanya… miss, why u do that??? even my mom never do that… and saya hanya menjawab …. because miss love u …

kelakuannya membaik…. sayang dua bulan kemudia dia berhenti karena harus pergi ke philipine ….

hmmm … I miss my Andrew ….

darinya saya belajar…

untuk menghargai orang lain jika ingin dihargai….

dan untuk mencintai orang lain bila ingin dicintai…

doa miss untuk mu Andrew … where ever u are….

Read Full Post »

Yang mulai terhapus zaman

Hari ini … Berbeda seperti biasa … 10 dari 300an teman fesbuk saya apdate status seputaran jalan2 long weekend …. Rekan bisnis sejak minggu lalu juga merencanakan liburan week end … Ada yg ke jogja, sekedar putar2 kota ke ancol atau taman mini …. Ya jumat ini libur nasional maulid nabi …

saya sendiri mencatat hal yang sedikit berbeda …

Flash back 20 tahun lalu … Libur maulid nabi saya begitu gembira, berpartisipasi sebagai peserta lomba cerdas cermat di masjid Al-mutaqinku tercinta … Juara 2 dihadiahi 3 buah buku kisah nabi bergambar … Senang sekali… Teman yg lain berpartisipasi di lomba azan … Adik kecilku ikut lomba mewarnai … Sore harinya di tutup dengan ceramah keteladanan Rasullullah dan pembagian hadiah … Begitu semarak …

Saat ini- 2010

Masjid sepi … Playstation rental rame karena anak2 tidak sekolah … Segelintir anak bermain bola di lapangan dekat rumah … Sisanya duduk manis di rumah memutar piringan DVD atau menonton televisi

Sedih … Semoga hari ini, kita semua tetap bisa merefleksakan keteladan Rasulullah kita … Dalam setiap kehidupan kita …

*on the way ke toko buku … Menunaikan janji membelikan buku kisah Rasulullah ke putra semata wayangku …

Read Full Post »

Sebenarnya, sudah lama peristiwa ini terjadi … Namun sulit buat diri ini untuk melupakan atau mungkin memaafkan diri sendiri atas kejadian tersebut…

Jam makan siang … Semua berburu mencari sekedar penggajal perut … Termasuk diriku, mobil melambat mendekati lampu merah menteng .. Tujuanku saat itu menuju masjid raya Al-Hakim, melepas lelah sambil melepas rindu padaNya sambil mengisi hak perut direstoran sekitar ….

Mobilku tertahan paling depan, tak sengaja mata bertatapan dengan seorang jejaka cilik 3 tahunan… Seusia putra pertamaku. Bocah itu menangis, tangan kanannya diseret wanita dewasa (ibunya kah??) Sambil mengomel2 gak jelas … Karena memang aku tak bisa mendengar apapun dari balik kaca mobil.

Sedetik kemudian… (Sang ibu?) Menghujamkan tonjokan telak ke arah wajah anak malang tak berdosa itu … Naluri keibuanku terlepas …. Mukaku panas…. Darah mengalir kearah wajahku membakar amarahku … Ya Allah… Apa salah anak malang itu … Ingin segera kupinggirkan mobil untuk segera menghampirinya …. Sayang, Tatapanku terpecah oleh suara klakson mobil di belakangku … Segera ku pijak gas untuk melanjutkan perjalanan

Hatiku luka…

Luka karena meliihat ketidakadilan di depan mataku

Luka karena maluu .. Tak bisa berbuat apa2

Teruntuk semua anak-anakku di kolong jembatan, lampu merah, dan dimanapun engkau berada

Doa bunda selalu bersamamu

Maafkan bunda …

Yg tidak bisa melakukan apa apa….

Read Full Post »