Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘puisi, syair, irama jiwa’ Category

Jangan pernah menyesal ya nak…mempunyai seorang ibu seperti bunda…

Bunda yg miskin ilmu… Tapi berharap kelak engkau tumbuh menjadi orang yg berilmu…

Bunda yg tidak hafal Al-Quran, tapi berharap kelak engkau menjadi satu diantara deretan barisan penghafal Al-Qur’an

Bunda yg masih sering lalai, tapi berharap engkau tumbuh menjadi barisan terdepan penegak kebajikan

Bunda yg terkadang masih egois, tapi berharap engkau tumbuh penuh empati

Bunda yg terkadang masih bermalasan, tapi berharap engkau tumbuh menjadi anak yg rajin menebar kebajikan di bumi Allah….

Ah, betapa tangan kecilmu begitu ampuh mengingatkan bunda

Akan setumpuk PR yg harus bunda benahi dalam diri bunda

Karena bunda takut, kamu malu punya ibu seperti bunda

Yang tidak setegar khadijah binti khuwailid, secerdas fatimah azzahrah, sedermawan saudah binti zam’ah, penuh cinta seperti ‘aisyah binti abu bakar, serajin hafshah binti umar, sedermawan zainab binti khuzaimah, sesabar ummu salamah, selembut shafiyyah binti huyay

Begitu banyak PR bunda nak,,

Semoga engkau mau memaklumi kekurangan bunda

Semoga kelak engkau tumbuh lebih baik dari bunda.

Beri kesempatan bunda untuk mengerjakan PR bunda nak…

Agar kelak engkau tidak menyesal, mempunyai ibu seperti bunda…

Agar kelak kita sama sama bermuara di pintu surgaNya

Dedicated to my son

I’m not a perfect mom. But let me try to be a Good mom… Luv u dear…

Advertisements

Read Full Post »

Terimakasih ya Rabb

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang mau mengingatkanku dengan lembut disaat ku lalai dan menjauh dari Mu ….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang senantiasa terjaga hingga memastikan aku sudah sholat Isya ….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang setia membangunkanku di tengah malam untuk bersama-sama berkeluh kesah kepadaMu …

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang senantiasa mengingatkanku pentingnya mempelajari ilmuMu….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang setia mengantarkan tidurku dengan merdunya lantunan ayat2Mu ………

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang mencintai kelebihanku, menghormati kekuranganku, melindungiku dengan segenap jiwanya….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang setia menghiburku disaat aku bersedih ….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk memastikan kondisi kesehatan aku dan anakku dalam kondisi prima….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang tanpa lelah merawatku saat aku terbaring tak berdaya saat aku sakit…. memilih menungguiku dari pada deal bisnisnya

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang mampu memompa semangat hidupku, membangkitkan potensiku, dan percaya bahwa aku mampu….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang tidak pernah menghinaku atau menyakitiku sepanjang aku mengenalnya ……….

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang memposisikan keluarganya lebih utama dari urusan pekerjaan

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang perkataannya adalah embun jiwaku, sentuhannya adalah magnit semangatku, tatapannya adalah bahan bakar semangatku …..

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku, seseorang yang LUAR BIASA yang sanggup menjadikan hal hal BIASA di sekelilingku menjadi LUAR BIASA bagiku …..

Terimakasih ya Rabb telah mengirimnya untukku ….. mengirim beliau untuk menjadi pendampingku ……. menjadi pemimpin dan pelindung aku dan anak-anakku…

terimaTerimakasih ya Rabb

aku mencintainya….. karenaMu

”maka nikmat Rabbmu manakah yang sanggup engkau dustakan”

Read Full Post »