Feeds:
Posts
Comments

sudah satu minggu saya familiar dengan rumah sakit ini,dengan bau desinfektannya …. dengan lalu lalang dan hiruk pikuk suster dan para tenaga medis di sini.

7 hari belakangan suami terdeteksi demam berdarah …. dan saya terlalu sibuk merawat beliau hingga bahkan menyapu beranda catatan pelangi saja pun tidak sempat.  beruntung saya memiliki sahabat blog yang demikian mensupport saya …. mengirim email, menanyakan mengapa beranda catatan pelangi demikian lengang tak berpenghuni … ah dukungan moril teman teman menguatkan saya untuk kuat menghadapi semuanya ini

terimakasih sahabat… semua dukungan moril teman teman semua begitu berarti buat saya  ^_^

Postingan kali ini saya persembahkan untuk seorang sahabat, seorang kakak, sekaligus seorang guru yg begitu berjasa bagi saya.

Saya mengenalnya 9 tahun silam … Saat saya masih tercatat sebagai mahasiswa FMIPA di salah satu PTN… Dia adalah guru mengaji saya yg sangat saya kagumi … Saya kagum atas kesabarannya, atas ketawadhuannya, atas pengetahuan keislamannya yang luas. Begitu dekatnya saya dengan beliau sampai sampai saya menganggap dia sebagai kakak kandung saya sendiri. Tak malu malu saya curhat soal berbagai persoalan yg sedang saya alami …

Beliau 12 tahun lebih tua dari saya … Begitu dewasa ..

Saat itu beliau belum menikah, sungguh pribadi yg sangat ceria, aktif dan dinamis.

Saat satu persatu teman sebayanya menikah, dia dengan tulus menghadiri syukuran pernikahan seraya mendoakan sahabat-sahabatnya…

Bahkan saat satu persatu kami… Anak didiknya menikah tak tergores sedikitpun luka kesedihan di wajahnya … Beliau selalu menjadi yg terdepan sebagai tim suksesi acaranya

Suatu ketika beliau pernah berkata

“Jodoh, maut, rezeki semua Allah yang mengatur”

“Maka patutkah kita menggerutu atas segala ketentuanNya?”

“Disaat kita menggerutu bukankah itu sama halnya dengan menggerutu kepada Allah?”

Ah … Mbak, sungguh kau begitu tunduk pada segala keputusanNya …

Satu bulan lalu, saat usianya 40 tahun … Akhirnya beliau mengumumkan kabar yang begitu menggembirakan saya … Sebuah undangan datang ke rumah melalui expedisi pengiriman kilat.

Beliau dinikahi seoraang ustadz tampan nan rupawan, yang ternyata berusia 10 tahun lebih muda … pun telah hidup mapan.

Saat saya sms mengutarakan kebahagiaan saya

Bahwa akhirnya penantian panjang doa doa mbak terjawab oleh Allah si Mbak mengkoreksi sms saya ….

Semua bukan jawaban atas doa doa beliau …. Melainkan wujud kasih sayang Allah semata

Barakallah ya Ukhti ….

Semoga Allah membimbing kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawardah wa rahmah

Hari ini saya sedang terbakar rasa cemburu …. Sungguh belum pernah saya secemburu ini pada seorang wanita. Entah karena hormon kehamilan saya yg sedang bekerja … Atau memang saya sedang mellow saja … Duuuh semenjak pagi kepala saya dibayang-bayangi wanita ini.

Ya Rabb, jangan kau siksa aku dengan rasa cemburu ini ….

Jika melati begitu wangi, jika angrek begitu mempesona, jika mawar begitu anggun, jika tulip begitu jelita …. Sungguh wanita ini mampu mempesonaku jauh melebihi semua bunga bunga itu …

Dialah Khadijah binti Khuwailid ra

Wanita pertama yg dibahas pada buku 35 sirah shahabiyah karya Mahmud Al-Mishri yang saya baca pagi ini.

Setiap lembar kisah hidupnya membuat saya terbakar oleh rasa cemburu….

padanya lah cinta pertama Rasulullah berlabuh

Padanya lah kombinasi kecantikan, kemuliaan budi, kepandaian dan kekayaan bermuara

Sungguh aku terbakar cemburu …

Cemburu padanya yg rela menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah

Cemburu padanya yg dengan segenap tenaga dan cinta mendukung perjuangan suami tercintanya

Cemburu padanya yang mampu melahirkan dan mendidik anak-anak hebat

Cemburu atas segala pengorbanan yg ikhlas dia berikan atas nama keimanan

Dan satu hal lagi yg paling membuat aku cemburu

Rasulullah sangat mencintainya … Bahkan sepanjang hayatnya hanya Khadijah yang tidak pernah dimadu oleh Rasulullah…

Bunda khadijah….. ,
Aku benar benar cemburu padamu ….
Maka ajarkan aku agar aku mampu sepertimu ….

Melihat foto ini jadi inget dengan murid murid lama saya …. Saat saya masih menjadi math teacher di salah satu sekolah international.

Celotehan mereka yg polos, canda tawa mereka yang riang tanpa beban.

Masih inget, Anabelle-gadis cantik dengan rok biru paling kanan paling suka menggigit ujung pinsil, Buick-lelaki paling imut belasteran london-pakistan berpose “peace” paling suka mengunyah sedotan plastik … Duuuh 😀

Mereka semua memanggil saya miss. Apple pie … Nama kesayangan mereka untuk saya … Karena saya dibungkus kerudung mirip dengan apple pie, itu alasan mereka kenapa mereka memanggil saya miss. Apple pie … Saya tidak marah dipanggil demikian toh pada faktanya memang saya berkerudung 🙂 mereka semua adalah murid2 saya yg baik dan menyenangkan … Saat saya resign mereka benar2 membawakan apple pie di hari perpisahan … Duuuh unforgetable moment…

Setelah saya pikir-pikir,bukankah Apple pie lebih spesial dari pada sekedar apel biasa … Diolahnya pun susah, butuh keahlian khusus. Butuh waktu khusus pula. Pun harganya lebih mahal. Biasanya Apple pie juga diletakkan di rak makanan khusus yang bertutup, hanya yg sudah membayar yg boleh memegang atau mencoleknya. Berbeda dengan apple biasa yg cenderung di onggokkan dan mudah terjamah tangan tangan iseng yg berniat mencolak colek meskipun tidak jadi membeli. Rasa rasanya perumpaan wanita berkerudung sebagai apple pie adalah perumpamaan yg cukup manis 😀

Berkerudung, menurut saya bukan sekedar gaya-gayaan, ikut2 tren, atau biar terlihat anggun semata … Apalagi dengan alasan menutupi ketidak sempurnaan diri .. Lebih dari itu. Islam mengatur setiap aspek kehidupan umatnya .. Termasuk etika berpakaian.

Dalam QS.Al-Ahzab:59 disebutkan

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka.’Yang demikiaan itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayah saya dulu pernah berkata: Islam tidak pernah memaksakan seseorang untuk memeluk agamanya … Tapi setelah seseorang memeluk islam dia harus mematuhi semua peraturan dalam islam…

Alhamdulillah Ayah mampu meyakinkan saya agar mau berhijab di hari kedua setelah saya baligh (haid)… Untuk stop berenang, padahal saya atlit renang PORDA sejak kelas 5 SD. Saat itu saya kelas 2 SMP saat mamah membelikan saya seluruh pakaian baru yg tertutup. Ayah membebaskan saya memperlihatkan aurat sebelum saya baligh, dan meminta menutupnya sesudahnya. Hanya saya sendiri yg berjilbab kala itu … Karena jilbab belum sedemikian ngetrend seperti saat ini. Beruntung satu tahun kemudian beberapa sahabat meramaikan sekolah dengan jilbab putih yg berkibar2.

Bukan berarti yg berjilbab pasti bebas dosa, yg tidak berjilbab hina dan penuh dosa … Tidak demikian … Setidaknya satu kewajiban sudah terlaksana … Toh begitu banyak kewajiban2 kita yg masih terlalaikan … membantu saudara2 kita di bumi palestina misalnya yg saat ini terancam pemusnahan masal alias genocida…misalnya…. Ya Rabb bantulah mereka

Semoga Allah senantiasa meringankan kita untuk melaksanakan aturan2nya …. Mudahkan kami ya Rabb

Hari terakhir di Australia,
Semua urusan kerjaan sudah selesai …. Alhamdulillah

Saya menghabiskan siang jelang sore di taman kota setempat … Namanya Fitzroy Garden. Banyak bangku2 tersedia disini, sejuuk dan segar … Beberapa air mancur cantik mengingatkan saya akan taman suropatinya menteng … Cantiiik sekali … Yg agak “aneh” beberapa pohon disini dilukis.. Lebih tepatnya diukir kali ya dengan gambar2 mirip untaian cerita … Unik sekali … Beberapa burung lokal (saya gak tau namanya … Sejenis merpati kali yaaaa) seliweran di bangku2 taman … Dan banyak hewan lokal mirip kucing tapi bermoncong yg seliweran (lagi lagi saya gak tau namanya …) … Benar2 hari yg cerah dan indah … Puji syukur pada Allah atas nikmat hari ini

Berbekal 2 buah pisang, 1 bungkus cracker dan 2 dus full cream milk saya makan di salah satu bangku … Sungguh terlalu lelah menuju Malaysian halal resto dengan trem (meskipun trem dan touris bus disini gratis looo…) dan kayaknya saya agak kapok dengan lebanon/india cuisine … Untuk nyoba resto lain aduuuh gak beranii halal certificatenya gak ada …

Saat saya menikmaati cracker sambil membaca buku yg baru saya beli di Victoria Market kemarin, duduk disebelah saya wanita paruh baya yg gendut, pirang, dan mengenakan baju daster … Dia memegang handuk kecil dan sebotol air mineral … Wajahnya agak sedikit sedih yaaa…

Saya pasang senyuman termanis yg saya punya ke ibu pirang ini.

Dia membalas senyum saya seadanya… Kemudian melamun lagi…

Saya tawarkan cracker dan susu … Si ibu menerimanya …

Tak lama berselang dia mulai bercerita

Tentang perceraiannya minggu kemarin

Tentang anak gadisnya yg kabur

Tentang pekerjaan barunya pasca di PHK dengan gaji yg lebih sedikit

Tentang anjingnya yg diambil mantan suaminya ..

Dia terlihat sedikit depresi …

Reflek saya genggam tangan sang ibu … Sungguh saya jadi teringat mamah saya …

Saya katakan dia adalah wanita hebaat … Karena tuhan memberikan cobaan hanya pada wanita kuat …

saya katakaan padanya sisi baiknya si ibu gak perlu repot2 ngurus anjingnya … Toh mantan suaminya yg nanti membersihkan kotorannya … Si ibu tertawa …

Si anak gadis pun sudah 25 tahun … Mungkin dia sejenak ingin menenangkan diri pasca perceraian orang tuanya … Saya sarankan untuk melihat face book atau twitternya … Si ibu nampak sedikit tenang

Sisanya kita mengobrol gak jelas … Tentang film avatar, film Sarlock Holmes, buku gone with the wind, dan pulau bali tempat sang ibu dulu berbulan madu … Tak nampak wajah depresi itu lagi …

Saya peluk sang ibu saat saya ijin pamit, karena siap siap packing buat flight saya malam ini … Saya mencoba SKSD (sok kenal sok deket) sebagaimana banyak orang asing disini yg SKSD ke saya 😀

Si ibu terharu … Dia bilang saya adalah orang muslim asing yg baik … Pada saya dia baru mau bercakap cakap setelah 1 minggu “mogok bicara”

Berjanji akan mengunjungi rumah saya jika suatu ketika ke Indonesia

Ah ibu … Melihat senyummupun saya sudah bahagia …

Yg kuat ya bu … Menghadapi cobaan hidup ini

Semoga kelak Allah memberimu hidayah … Amiin

Menghabiskan waktu zuhur di Westall Mousque …. mesjid tersohor di negeri kangguru bagi para muslim asal Indonesia … salah satu mesjid yg dibuat oleh salah seoran PR (permanent resident) asal indonesia …. suhu udara tergolong dingin buat kulit asia saya.

lepas zuhur saya putuskan untuk mengisi waktu untuk tilawah disini …. memilih tempat dipojokan ruangan yg nyaman dan sejuk (teramat sejuk malah 😀 ) …. tak menyadari sepasang mata indah memperhatikan keberadaan saya.

Selesai menutup Al-Qur’an seorang wanita cantik menghampiri saya … saya taksir seumuran dengan saya … tinggi dan langsing … dengan raut wajah khas timur tengah …. cantiiik sekalii ….

ternyata dia adalah mahasiswa s2 asal Dubai …. ramah sekali …. dia antusias dengan saya

mau tau alasannya?

karena saat itu saya mengenakan gamis coklat bermotif batik jogjakarta …. aih dia pecinta batik rupanya …. baru tau saya kalau batik ”segitu” terkenalnya …. waw amazing dia sangat tertarik dengan batik indonesia dan sari India …. waaaah …. jadi nambah teman baru gara2 pake gamis batik.

ditengah obrolan yg hangat ”afternoon sick” saya kumat …. aih maluuu sekali …. jadi ketahuan saya lagi hamil. setelah tau saya hamil Subhanallah … dia memeluk saya, mengucap selamat, meletakkan dua tangan didadanya  dan kemudian mengusap2 perut saya … ”agak” aneh dengan sikapnya … ternyata itu adalah adat didaerah asalnya sebagai bentuk penghormatan atas wanita hamil yang sedang berjuang melahirkan penerus generasi… oooooo … gittu toh

kemudian  saya ditraktir makan di Satay Inn, Malaysian halal restaurant di bilangan Victoria .. karena memang saya ada janji dengan seseorang disini … Alhamdulillah Lunch gratisan …. (*pengiritan mode on hehehehe) …. sungguh teman baru saya ini sangat renyah diajak bicara …. tentang batik, tentang tesisnya, tentang kajian2 menarik ba’da shubuh di westall mosque, tentang  Indonesia …. tentang modernisasi Dubai, dll

Selepas membayar Bill, teman baru saya ini ijin pamit pulang sambil memberikan kartu nama kalau kalau saya ada kendala di sini … sebagai saudara seiman dia siap membantu …. Subhanallah indahnya Ukhuwah …

sesaat dia meninggalkan saya teman saya yang berjanji bertemu dengan saya datang …. dia menanyakan … kenal sama nona cantik itu dimana? saya bilang baru saja kenal ….. waaah ternyata dia adalah anak konglomerat asal Dubai terkenal disini … wah wah wah ….. saya langsung buka dompet melihat kartu namanya …. baru menyadari alamat rumahnya di kawasan Toorak, salah satu kawasan elit di Melbourne ….. Subhanallah dua jempol untuk pribadinya yang down to earth ….

Makan sate gratis …. setelah kemaren dibuat pusing dan mual dengan lebanon cuisine yg rasanya “ajaib” menurut saya …….. plus berkenalan dengan sicantik nan kaya …. kaya harta pun kaya hati ….

Hari ini pelangi sedang menjejakan kaki di negeri kangguru …. Melanglang buana sesaat menyelesaiakan urusan bisnis.

Saat naik trem pagi tadi dari Melbourn, naik seorang nenek membawa banyak sekali buket bunga. Kedua tangannya penuh dengan bunga warna warni yg indah … Dia mengenakan backpack warna kuning yg menggelembung terlihat berisi penuh.

Si nenek nampaknya sadar kalo saya begitu antusias memperhatikan dia dan bunga2nya yg indah … Tiba dia menegur duluan

“Do you like flowers?”

Saya mengangguk sambil tersenyum … Agak malu ketahuan memperhatikan dia..

“From malaysia?”

Saya menggeleng …

” I’m indonesian”

“Ooow, I like Indonesia … Bali is the most beautiful place I ever go” dia cerita dengan penuh antusias

Dari obrolan singkat dengan si nenek yg ternyata bernama michelle … Saya baru tahu kalo dia adalah dosen di Northern Melbourne Insititute of TAFE (NMIT) dia adalah ketua jurusan merangkai bunga …

Wow … Baru tau ada institut yg ada jurusan merangkai bunga 🙂

5 menit obrolan yg hangat mengisi pagiku … Sayang dia turun di NMIT dan saya kembali menyibukan diri dengan satu satunya bacaan yg saya bawa dari Indonesia: Variasi Resep Masakan Satu Bulan … Aiih kok salah bawa buku sih 😀