saya melamun …
bengong …. sedih,,
bukan, bukansedih karena rekan bisnis saya membatalkan janji bertemu justru di saat saat saya sudah sampai di tempat janjian
bukan pula sedih karena menyaksikan balqis -putriku- harus ikut serta merasakan macetnya jakarta selatan siang tadi (saya memang membawa putri saya kemanapun saya pergi …. ) toh sepanjang perjalanan tadi balqis nampak sangat menikmati perjalanan …. bergurau dengan bundanya … bermain dengan puffy bonekanya.
saya sedih melihat bill yg harus saya bayar untuk pertemuan yang sia-sia (hehehe emak emak banget yaaah) … bukan sedih melihat deretan angka2 itu …. tapi sedih karena selembar 50 ribuan harus berpindah tangan hanya demi secangkir kopi ….
buat sebagian orang 50 ribu rupiah bukanlah jumlah yang besar,, tapi tahukah sohiblog
50 ribu cukup untuk membeli 5kg beras yang sanggup untuk membuat lambung 3 manusia dewasa bekerja untuk 1 minggu
50 ribu cukup untuk membeli 4 liter minyak goreng yg cukup untuk 1 bulan menghangatkan wajan wajan di dapur para bunda
50 ribu cukup untuk membayar SPP anak si “mbak’ di madrasah tsanawiyah deket rumah
dan tahukah sohiblog,
tukang sampah di komplek harus bekerja mengangkut sampah selama 5 hari untuk mendapat 5oribu
si mbak harus beres2, mencuci baju, menyetrika dari pagi sampe sore selama 3 hari untuk mendapat 50 ribu
dan saya baru saja membuang 50 ribu hanya untuk 150ml kopi yang rasanya tak jauh berbeda dengan kopi sachet 2000 perak.
kalau saja rekan bisnis saya tidak membuat janji disini,,, saya enggan menduduki sofa empuk, di ruangan ber wifi plus ber AC ini. karena rasanya lebih baik selembar itu di pindahtangankan ke yang lebih membutuhkan.
kepada ibu ibu yang menangis di sela sela shalatnya karena sang anak merengek belum bayar sekolah
kepada kakek jompo yang menahan batuk menahunnya karena tak ada ongkos ke puskesmas
kepada mahasiswa yatim yang bingung mencari dana untuk fotokopi skripsian
aah 1 cangkir kopi itu bisa menjadi harapan bagi sebagian lain
dan kelak Allah akan menanyakan perjalanan tiap lembar isi dompet kita …. dan PR buat saya untuk membayar kesalahan siang ini
wallahualam
Ya Rabb, hamba berlindung dari kafir, kikir, dan fakir …. dan semoga hamba tidak tergolong pada hamba2 yang boros
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. 17:27)
harapan itu masih ada
insya Allah ya mas …….
Subhanallohu…
Kadang saya menyadari betapa pada waktu-waktu tertentu saya menjadi orang yang egois dan boros… padahal jauh dari kaya…
Nice shot, I really got shot…
aduuuh,,, pake rompi anti peluru tapi kan mas?
tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri juga kok mas
Saya juga ga mau buang 50ribu demi secangkir kopi, apalagi saya ga suka kopi.
Nice post, you really got me
bisa beli 2 buku cerita untuk anak sulungku mbak hehehe,,,
saya jadi merenung membacanya mbak,,
begitu banyak yang tersia-sia yang dilakukan,, padahal rahmat-Nya terus mengalir..
manusia memang senang bersenang2 …. tapi disaat yg sama banyak manusia lain yg kesulitan ya mbak
kalo dipikir-pikir 50rb untuk secangkir kopi ga worth it bgt ya mbak..kemahalan..cuma gara-gara brandnya..
makasi untuk renungannya mbak..
betul mbak not worth it banget,,, kalo beli kopi sachet bisa ngopi sebulan hehehe … postingan ini pengingat saya agar lebih bijak memidahtagankan lembaran uang mbak …. walaupun (misalnya) mampu …. jangan boros lah hehehe
tanpa sadar saya coba merenung bahwa telah banyak melakukan kesalahan dari sesuatu yang remeh…bukan hanya kopi,namun dari sikap egois yang sering menghampiri…terima kasih Mbak atas pencerahannya…
belajar sama2 ya mas …. saling mengingatkan untuk langkah kedepan yang lebih hati2 ….. aaahh inilah alasan saya kembali berblogging ria
salam persahabatan
pelangi
Insya Allah dengan 50rb itu Tuhan menggandakan ber-ratus2 kali lipat ya mas…
Harapan selalu ada mas… tetap bersemangat!
well.. kalo ternyata mau mbayar secangkir kopi bermerk dengan “selembar 50 ribuan” kayaknya yang salah bukan keluarin duitnya.. tapi niat buat keluarin duitnya ya..?
sama dengan yg yori pikirkan….kadang ruang lingkup sy pun selalu demikian….selalu……yg sebenarnya masih bisa ditahan untuk yg lebih bermanfaat.
Rasanya uang lima puluh ribu rupiah sekarang seperti lima ribu rupiah saja…. setengah hari cepat habis…
Insya Allah 50rb yang telah -terlanjur- berubah wujud dalam kopi -mahal- dan pasti telah tertelan, bisa menjadi -bagian- rezeki yang berkah untuk para pekerja di restoran/cafe itu…
Karena semua yg mengalir dengan keikhlasan akan berujung pada kenikmatan…
Salam kenal
Yups… daripada disesali, dilihat saja dari sisi sebaliknya

kali ini adalah giliran cafe serta karyawannya yang mendapat cipratan rizki
Huhu… kasihan si kakek, karena gak ada ongkos jadi gak bisa pergi berobat. Padahal berobat di puskesmas gratis…
dan 50 ribu cukup untuk makan min.10 kali bagi saya yang masih mahasiswa hehe