Jum’at sore saya habiskan mengunjungi seorang rekan di bilangan menteng, jakarta pusat. Berniat mempererat silaturahmi sekaligus mengambil beberapa buku saya yang tertinggal dirumahnya. Senin saya memerlukan buku-buku tersebut. Kali ini saya mengajak serta anak saya dan embak yang biasa bantu2 di rumah.
Ba’da isya saya pamit pulang kepada si mpunya rumah….
Dan perjuangan itu dimulai….
Wooooow …. Masya Allah muaceeet dimana mana
Setia budi-kuningan jalur cepat diam tak berkutik …. Jalur lambat apalagi … Hiks hiks
Anak saya mulai “rewel” stok coklat di mobil habis …. Stock biskuit pun habis. Rencananya memang kita mau mampir di kemang untuk makan malam …. Tapi jam 8.30 masih ‘terjebak’ di jalur cepat kuningan
Anak saya mulai kelaperan. Beruntung hampir setiap 200m di sepanjang jalur cepat ada penjaja bakpau. Lumayan pengganjal perut …. Dan anak saya pun terlelap setelah nyaman dengan perut penuh terisi bakpau dan susu.
Satu hal yang saya cermati malam ini…. Begitu banyak penjaja bakpau malam itu …. Nyaris hampir setiap 200 meter gerobak mereka ada, berjualan produk yang sama, mereka begitu tekun menunggui dagangannya
Tak khawatir dan risau dengan rezeki yang mereka kais …. Wajahnya ceria ceria … Beberapa sambil bersenda gurau dengan penjaja rokok asongan …. WOW!!! Demikian percayaanya mereka dengan konsep rezeki …. Tak perlu saling sikut, tak perlu saling dorong…. Cukup konsentrasi dengan gerobak masing2 dan menghampiri pelanggan saat jendela mobil terbuka dan ada tangan melambai di sana …. Ada yg gerobaknya masih penuh… Ada yg nyaris kosong melompong. Semua fokus dengan gerobaknya masing2.
Sepertinya banyak yang harus belajar dari mereka…. Para politisi yang saling sikut, pengusaha yang berebut hak monopoli, perangkat negara yang berebut jabataan ….
Kembali di telan kemacetan … Dengan sebuah hikmah teramati di depan mata …. Bahwa rezeki telah diatur olehNya … Dan tidak pernah tertukar adanya
Sampai dirumah pukul 11 malam …. Masya Allah … Ini kemacetan parah yg pernah saya alami … Berhubung mobil yg saya kendarai mobil manual …. Wow …. Kedua kaki rasanya ampuuuun …. Puegelll
Tapi saya yakin …. Allah punya rencana dibalik semua ….
Wallahualam
nice posting…mba.
terkadang hikmah itu selalu ada di mana mana, bagi orang yang berfikir. Allah sudah firmankan itu..
sayangnya jarang sekali para politikus ataupun para pengusaha dan penggede penggede yang selalu menaik hikmah dari setiap kejadian………
Salam….
Terlalu sibuk berhitung dollar baranagkali ya mas? ^_^
Berharap kita semua senantiasa maampua mengambil hikmah dan menjadikan hikmah tersebut sebagai pengingat supaya senantiasa lurus lurus saja ya mas
wah, kalo bunda kakinya pegel gara2 nyetir mobil + macet, ane malah pegel gara2 berdesak2an di kereta api dengan suasana panas+pengap+asap rokok+dehidrasi hahahaha
kuapok pokoknya naik kereta api ekonomi hehehe
Pakde …. Kebetulan bunda pelangi sudah pensiun jadi anak kereta ….
cukup 9 tahun saja
(kayak wajib belajar yah?? )
Terkadang masyarakat kecil lbh memahami hakikat rezeki daripada para pemimpinnya.
Yang besar2 sibuk berkongsi … Menyusun strategi “korupsi berjamaah”.
Betul sekali itu, bahwa nggak ada ceritanya kalo rejeki bakal ketukar ama yang lain, perhitungannya Allah ndak mungkin meleset dan sangat imposible apa yang di kehendakkan Allah untuk manusia adalah sesuatu yang bisa merugikan manusia..Tinggal bagaimana saja kita pintar2 mengambil hikmah dan manfaat dari setiapmoment yang di berikan Allah dalam setiap pengalaman yang kita alami …OK…nise share
Karena cukup konsentrasi menjemput rezeki di jalur yang lurus ya mas
insya Allah berkah ….
nice posting bunda..
^_^
bener tuh..rejeki itu udah jelas..tinggal kita aja yang menjemputnya..cuma yah..tahu sama tahulah..”klo enggak sikut kurang asik”..heheh..becanda…^_^
Si mbak suka becanda sambil “sikut-sikutan” yaah??? Hehehehe
Allah memang tidak ketuker dalam memberikan rejeki. mungkin dengan macet itu tukang bakpaunya bersyukur karena barang dagangannya jadi laris manis.
Benar bang …. Adaa banyak hikmah bahkan pada peristiwa yg paling menyebalkan sekalipun
enakan kek saya mbak, ke kantor selalu menggunakan jasa kereta api, tinggal tidur langsung sampe…. hehehehe
Hehehe … Yanga putri, pelangipun sempat 9 tahun menjadi Rocker a.k.a rombongan kereta …. Saking ahlinya bahkan bisa tidur sambil berdiri hehehehe
Tenang.. Bentar lagi ‘kan ganti yang matic…
Kok sama ya.. Kemarin saya juga kejebak lapar di KRL karena telat.. Trus ada yg jualan bakpao, ya uda beli satu lumayan pengganjal perut.. Dan sama spt si dede itu, saya pun terlelap…
Kebetulan yang aneh… hihihi…
Hihihi …. Kebeneran kemaren pake A****A punya bapake …. Puegel tenan
Hihihi bakpauvora juga pak??? Tapi gak plus pediasure kan??? Hehehehe
Serakah.. mungkin kata yang coco untuk orang-orang yang suka saling sikut dan iri ke orang lain.
Padahal ygaa jaudulnya serakah … Sebanyak apapun gak akan cukup ya mas
pastinya mba..rezeky biarpun sekecil apapun sudah ada yang mengatur
Yupz!!!! Yuuuk marreeee kita bersyukur
Alhamdulillah, bisa kembali ke rumah dengan selamat.
Coba kalo kita semua bisa meniru para penjual bakpau itu, ya…
Iya mas Alhamdulillah …. Kalo dibayangkan ulang 3.5 jam nyetir untuk jarak 20an km agak agak TERLALU kalo kata bang haji mah
Yup bener banget tuh mbak, gak usah khawatir rezeki kita tertukar dengan orang lain. Karena rezeki itu sudah disediakan untuk kita. tinggal kita yang menjemputnya.
Nice post.
Bismillahirrahmanirrahiiim…. Yuuuk semangat menjemput rezeki
insya Allah jika diawali dengan Basmalah maluu dong lewat jalan gak halal
Salam perkenalan
Salam kenal juga dari pelangi … Salam hangat suam suam kuku ^_^
Assalamu’alaikum ummi pelangi …
syukron atas kunjungan dan comment’y …
hiks …
semoga kita bisa mengambil ibrah dari apa yang terjadi dalam setiap episode kehidupan yang kita lalui …
(berusaha untuk tegar …)
Karena sahabat hadir tidak hanya di waktu suka … Betul??
PelAngi yakin ….fiqah bukAn sosok yg cengeng….
SemAngAt sAhabat!!!! ^_^
tok..tok..tok..permisi, numpang lewat..
“Bahwa rezeki telah diatur olehNya … Dan tidak pernah tertukar adanya” <<< konsep utama dalam berikhtiar, jangan pernah menyerahkan harapan kita pada makhluk tetapi serahkan pada Penciptanya…
(newbie)
Masuk masuk mas
….. Seadanya ya …. Newbie istilah mirip mirip kaskuser mas
YA …
Kita patut belajar dari Komunitas Tukang Bakpau itu
Ikhitiar itu wajib …
ALLAH lah yang menentukan hasilnya …
Salam saya Ibu
belajar tidak saling sikut ya mas???
Oleh Maha Adil. Rezeki tidak akan lari kemana. Asalkan mau berusaha dan berdoa seperti yang dilakukan para penjual bakpao itu…
berdoa dan berusaha yang kuat ya mas……
Pedagangnya nggak pake sikut-sikutan, susah… karena jarak antara pedagang bakpau yang satu dengan yang lain lumayan jauh… nggak nyampe sikutnya
Subhanallah…
Allah akan selalu melimpahkan rizki-Nya, asalkan mau berusaha
herannya pejabat dan pembesar biar jaraknya jauh sikutnya nyampe ya Q ….. TERLALU ….
malah justru rakyat kecillah yang maih santun dalam mengais rizqi… soalnya mereka ga muluk2 bertarget, pelangi… yang penting keluarganya bisa makan hari ini… itu saja…
sederhana ……. gak muluk muluk …… hmm …. sulit yah?
Penjual bakpau… Saya suka dengan orang-orang seperti mereka, meskipun tidak mempunyai “pekerjaan tetap”, tetapi mereka “tetap bekerja”, kebetulan saya juga pernah mengalami seperti mereka. Menjadi seekor burung, saya menjuluki orang seperti mereka.
cukup hingga lambung penuh terisi ya mas ….. gak terlalu pusing dengan “yang muluk muluk” ….. karena yakin … esok hari kasih sayang Rabbnya akan menghampiri kembali …..
Waduh, komenku barusan kena spam mbak.
udah di lepasin mas … hihihihihi … si aki ismet salah tangkep ya mas? heheheheheh
mbak, bagi bakpaunya dong mbak…ya mbak…
wes telas mbah …..
kaya dipasar yah, semua jual sayur dan ALLAH mengatur semua rejeki mereka … gak ada yang ketukar, subhanallah.
benar mbak ade …. bahkan nalarpun tak sanggup menghitung kasih sayang Allah …..
bersederhanalah untuk urusan dunia, kalau rejeki tak akan lari kemana ya pelangi… janganlah menimbun keserakahan dan kelobaan sehingga timbul budaya sikut menyikut…
tak kan lari gunung dikejar ya Ros ….
ibu pelangi yang baek…
izinkan kami mengucapkan terima kasih
atas partisipasinya pada kuis sahabat sejati…
semoga sukses selalu..
sedj
sama sama mas ….. kapan kapan kalau mudik sampaikan sun cium saya untuk anak2nya ya mas …..
QK mau bakpaonya…
wah jadi pengen hehehe….
HIDUP!!! ^_^
Kacang ijo apa Ayam Q???
kunjugan pertamaaaaaaa….q.. hehehehyyy
Waah …. Silahkan masuk …..
dan akupun menemukan hikmah di sini
Wah ada pak guruuu..
Memang ya Bu. Kadang orang-orang yang terabaikan dari pandangan bisa jadi sebuah teladan yang sangat berharga. Ada nilai-nilai tersembunyi di balik kusamnya baju mereka. Melebihi orang-orang yang berdandan rapi dan perlente…
saya juga sering memperhatikan pedagang-pedagang seperti mereka, rasa2nya kok mereka lebih bahagia dibanding para politikus yg hidup bergelimang harta ya???
Subhanallah…